Nim : A1C112039
1. Jelaskan
kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap 3 pada minyak atau lemak tak jenuh.!
Jawaban:
Baiklah disini saya akan mencoba menjelaskan sebelumnya bahwa asam lemak
tak jenuh merupakan asam lemak yang dapat disintesis oleh tubuh serta mempunyai
ikatan rangkap.Contoh yang saya ambil disini adalah asam oleat yang terdapat
pada minyak nabati.Minyak biasanya digunakan dalam berbagai proses pemasakan terutama
dalam proses penggorengan.Karena adanya ikatan rangkap dua pada Asam Oleat,sehingga
juga disebut sebagai mono-unsaturated
fatty acid.
Adanya
kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap 3 pada asam lemak tak jenuh menurut
saya itu sangat mungkin terjadi,hal ini tentunya dengan meninjau ikatan rangkap
yang dimilkinya.Nah menurut pendapat saya kecendrungan untuk terbentuknya ikatan
rangkap 3 tersebut,dapat diaplikasikan atau berpedoman pada ikatan rangkap yang
dimiliki suatu alkena dengan melibatkan reaksi halogenasi dan dehidrogenasi.
Contoh Reaksi Halogenasi:
propena direaksikan dengan
brom, membentuk 1,2-dibromo propana.
CH2=CH-CH3
+ Br2 → CH2Br-CHBr-CH3
Tahapan
tersebut,tentu pertama kalinya dengan mengubah ikatan rangkap dua menjadi
ikatan tunggal.Nah,selanjutnya setelah terbentuk ikatan tunggal,dapat dilakukan
reaksi selanjutnya yaitu pengubahan ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap 3
dengan proses dehidrogenasi tentunya menggunakan basa kuat seperti KOH.
Contoh Reaksi
Dehidrogenasi
H2C─CH2
+ 2KOH → HC≡CH + 2KCl + 2H2O
│ │
Cl Cl
Aplikasi terbentuknya ikatan
rangkap 3 dalam kehidupan sehari-hari
Sebelum
dan sesudah digunakan
Dalam
suatu proses penggorengan menggunakan minyak pembentukan asam lemak tak jenuh
sangat berpengaruh dalam pemakaian minyak goreng yang berulang-ulang.Asam lemak
oleat tebentuk ketika dilakukan penggorengan pertama kalinya yang menghasilkan
ikatan rangkap 2 pada posisi cis.Sementara asam lemak elaidat terbentuk pada
penggorengan kedua yang menghasilkan ikatan angkap 2 pada posisi trans.Oleh
sebab itu jika dilakukan pengulangan pemakaian minyak yang sama dalam proses
penggorengan pada suhu tinggi,tentunya sangat berkemungkinan membentuk ikatan
rangkap 3.Ketika minyak goreng digunakan lebih dari 4 kali pemanasan
atau penggorengan minyak tersebut dapat teroksidasi (bereaksi dengan udara) dan
membentuk peroksida.Nah oleh sebab itu diakibatkan pemanasan pada suhu tinggi
asam linoleat cenderung mengalami polimerisasi dan membentuk rantai pendek.
2.
Jelaskan
bagaimana proses pencucian dengan sabun dan pelarut organik bebas air!
Jawaban :
Disini
saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu bahwa proses pencucian sebenarnya
tidak efektif dilakukan tanpa menggunakan pelarut yang semestinya yaitu air.Hal
ini dikarenakan hasilnya tentu juga dominan memilki dampak negatif dari pada
dampak positif.Namun pada kenyataannya pada saat sekarang ini terdapat
pencucian pakaian yang menggunakan pelarut organik bebas air yang dapat
dilakukan secara instan yang dikenal denga istilah dry cleaning.Pada proses
ini menggunakan pelarut seperti,turpentin,dan gasolin.Namun sifat yang
dimilkinya sangat mudah sekali terbakar dan
tentunya sangat berbahaya.Oleh sebab itu,untuk meminimalisir bahaya
tersebut,pelarut yang baik untuk proses dry cleaning dalam memcuci pakaian
yaitu dengan menggunakan perchloroethylene (C2Cl4).Pada proses ini,tidak menggunakan teknik
cara pencucian seperti biasanya,walaupun masih menggunakan sabun pada noda-noda
berat.
Perchloroethylene
BENZENA
Selain pelarut-pelarut yang digunakan diatas
dalam proses dry cleaning juga dapat
digunakan berupa pelarut organik seperti benzena.Nah,mengapa hal itu dapat
terjadi? Nah kita dapat meninjau dari sifat yang dimiliki oleh benzena
itu sendiri dari tabel berikut ini:
Nah dari tabel diatas jika kita tinjau dari
momen dipol suatu pelarut,benzena memiliki momen dipol dan panjang dipol 0.Walaupun
bersifat mudah terbakar,namun jika dibandingkan dengan pelarut organik
lainnya,benzena sangat memungkinkan dalam proses pencucian terutama dalam
proses dry cleaning.
Langkah-langkah dry cleaning
pakai steamer :
Pada proses pencucian pakaian dengan menggunakan benzena hampir sama dengan menggunakan pelarut
air.Namun proses atau sistem yang dilakukan membutuhkan ketelitian yang tinggi
karena menggunakan jenis pelarut bersifat toksik.Pada pakaian yang akan dicuci
(dry cleaning) diberi sabun pada pakaian tentunya pada noda atau kotoran yang
kelihatan jelas.Selanjutnya proses pembilasan kotoran,yang tidak menggunakan
teknik seperti pembilasan dengan air.Pembilasan cukup dengan cara spraying atau
penyemprotan benzena keseluruh bagian pakaian khususnya bagian pakaian yang
terdapat noda berat.Proses pemerataan biasanya berlangsung selama1 menit.Nah
setelah satu menit.Pakaian tersebut dapat dilakukan steamer atau penyetrikaan
hingga pakaian menjadi rapi.
3.
Bagaimana
cara bekerja indra pengecap sehingga menimbulkan cita rasa manis Contoh fruktosa!
Jawaban:
Baiklah,sebelumnya saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu bahwa
indera yang berfungsi sebagai pengecap atau perasa yaitu kumpulan dari otot
rangka pada bagian lantai mulut yang ditutup oleh membran mukosa atau yang
sering kita sebut dengan Lidah.Nah adapun lidah ini mempunyai selaput lendir yang tampak kasar
karena adanya tonjolan-tonjolan yang disebut papila yang merupakan
akhiran-akhiran saraf pengecap dan terletak pada seluruh permukaan
lidah.Saraf-saraf pengecap inilah yang dapat membedakan rasa makanan mis,
manis,pahit,asam asin dan manis.Rasa manis disebabkan oleh senyawa organik
alifatik yang mengandung gugus hidroksi (OH), beberapa asam amino, aldehid dan
gliserol. Contoh:Gula atau sukrosa dan monosakarida atau disakarida yang mempunyai
jarak ikatan hidrogen 3-5ᵒA
Seluruh rasa dapat dirasakan oleh
seluruh permukaan lidah, tetapi satu jenis rasa akan lebih sensitif pada daerah
tertentu.Rasa manis lebih sensitif dirasakan pada daerah ujung depan lidah,rasa
asin paling baik diapresiasi pada pinggir depan lidah,rasa asam pada samping
lidah dan pahit dideteksi pada belakang lidah.Adapun Fruktosa merupakan jenis
karbohidrat atau gula yang pada hakikatnya mempunyai rasa manis,namun rasa
manis yang dirasakan itu tentu dengan
adanya proses kerja hingga direspon oleh otak.Adapun respon itu,dapat kita
lihat sbb:
Mekanisme Kerja:
Misalnya buah apel atau sejenis Fruktosa
lainnya dimasukkan kedalam mulut untuk dikunyah.Kemudian lidah merespon makanan yang dimakan tersebut
melalui fungsi otak yang bekerja.Nah respon tersebut berlangsung tentu saja
tidak secara sendirinya tanpa adanya mekanisme yang terlibat.Pada proses
tersebut,ujung saraf yang berada pada taste buds melakukan fungsinya yang
pertama kali,yaitu bagian bintil-bintil saraf pengecap yang mempunyai kepekaan
terhadap rasa tertentu.Dimana rasa manis fruktosa lebih dominan terjadi pada
ujung depan lidah.Taste buds ini sendiri berfungsi sebagai resepsor yang terdiri
dari sel-sel penyokong dan
sel-sel pengecap.
Selanjutnya zat-zat kimia
dari fruktosa tadi seperti buah apel yang terlarut dalam air ludah (saliva)
akan merespon sel-sel yang ada dan merangsang serabut saraf pengecap kemudian
timbul impuls yang akan menjalar ke nervus facial atau yang menerima sensorik dari lidah (VII) dan nervus glossopharyngeal (IX). Impuls dari
daerah lain selain lidah berjalan melalui nervus vagus (X). Impuls di ketiga
saraf tersebut menyatu di medula oblongata untuk masuk ke nukleus traktus
solitarius.Dari sana,axon berjalan membawa sinyal dan bertemu dengan leminiskus
medialis kemudian akan disalurkan ke daerah insula.Impuls diproyeksikan ke
daerah cortex serebrum di postcentral gyrus kemudian dihantar ke
thalamus dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap rasa manis yang terasa dimulut. Makanan yang dikunyah
bersama air liur memasuki kuncup pengecap melalui pori-pori bagian atas.Di
dalam makanan akan merangsang ujung saraf yang mempunyai rambut (Gustatory
hair).Dari ujung tersebut pesan akan dibawa ke otak sehingga kita dapat
merasakan rasa manis yang ada pada sukrosa tersebut.
4.
Jelaskan
hubungan hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alpa dan teta yg di keluarkan
otak!
Jawaban:
Sebelumnya saya akan menjelaskan bahwa yang dikatakan dengan hormon oksitosin
adalah hormon protein yang diproduksi pada hipotalamus yang disimpan dalam kelenjar putuitari
(didasar otak).Melalui kelenjar putuitary oksitosin dilepaskan secara langsung
ke dalam darah atau ke bagian lain dari otak dan sum-sum tulang belakang.Hormon ini di beri nama oksitosin
berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan
merangsang kontraksi otot polos uterus.
A. Gelombang
Alfa
Nah sedangkan
sinyal gelombang alfa dengan frekuensi (8 hz - 12 hz
) disini merupakan sinyal gelombang otak yang terjadi ketika kita
sedang berada dalam kedamaian,ketenangan atau relaksasi.Contohnya ketika saat
memulai istirahat atau mulai mengantuk.Pada kondisi tersebut tanpa kita
sadari,gelombang alfa telah berfungsi pada otak.Dengan adanya contoh seperti di
atas dapat memungkinkan bahwa gelombang alfa dapat terjadi ketika kita masih
dalam keadaan mata terbuka namun berada dalam peralihan sadar dan tidak sadar.
B. Gelombang
Teta
Gelombang
teta sebenarnya hampir mirip atau sama dengan gelombang alfa, yang sama-sama
berfungsi untuk ketenangan namun gelombang teta ini secara umum terjadi ketika
seseorang telah mengalami tidur namun dalam keadaan ringan istilahnya belum
terlelap sehingganya terciptanya ketenangan atau kedamaian.
Aplikasi
hubungan hormon oksitosin dan sinyal gelombang alfa dan teta yang ditimbulkan
otak
Dengan
melihat perbedaan antara hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alfa dan
teta,maka dapat kita aplikasikan hubungan ketiganya dengan suatu contoh.Contoh
yang pertama yaitu perjuangan seorang ibu melahirkan atau persalinan.Melahirkan
sibuah hati merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu,apalagi dalam
proses yang tenang dan damai sehingga mampu mengurangi rasa sakit yang ada.Nah
disini peran hormon oksitosin sangat berfungsi.Seorang ibu dianjurkan untuk
selalu tersenyum dalam melahirkan karena akan meningkatkan hormon
oksitosin.yang membantu proses kelahiran,penyebabnya bahwa senyum mengencangkan
otot-otot di pipi menyebabkan aliran darah ke otak pendinginan yang
mempromosikan pikiran positif.Nah adapun ketenangan yang tercipta tersebut
tentunya melibatkan sinyal gelombang yang dihasilkan atau yang dikeluarkan oleh otak yaitu sinyal
gelombang alfa dan sinyal gelombag teta.Peran orang sekitar,lingkungan dan
kenyamanan tempat sangat mendukung timbulnya gelombang alpa dan teta.Ketika
proses persalinan telah berjalan dengan baik,maka fungsi ketiganya dapat
dikatakan mendukung satu sama lain.
5.
Jelaskan
bagaimana sifat basa dapat di hasilkan gugus OH pada sakarida! kaitkan dengan
konsep asam basa!
Jawaban:
Baiklah,sebelumnya
kita tinjau terlebih dahulu dari sakarida itu sendiri.Sakarida disebut juga
karbohidrat atau golongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom
karbon,dan hidrogen saja.
Karbohidrat dapat digolongkan kedalam 3 golongan yaitu
Monosakarida,Olisakarida,dan Polisakarida.Nah untuk
memecahkan permasalahan diatas disini saya mengambil contoh pada monosakarida
yaitu suatu glukosa.Kita ketahui bahwa glukosa mengandung gugus CHO yaitu lima
atom karbon dan satu oksigennya yang membentuk cincin piranosa.
Nah dari
gambar di atas kita dapat meninjau sifat kebasaan yang dimiliki fruktosa dan
glukosa itu sendiri.Namun untuk meninjau sifat kebasaan yang dimilikinya,kita
harus mengetahui terlebih dahulu ketiga teori asam basa yang ada,dimana teori
Lewis menyatakan asam adalah senyawa yang bertindak sebagai penerima
pasangan elektron,sedangkan basa adalah senyawa yang bertindak sebagai pemberi
pasangan elektron,selanjutnya teori Bronsted
Lowry yaitu asam memberikan ion H+ pada ion atau molekul
lainnya yang bertindak sebagai basa.Dan yang terakhir teori asam basa Arrhenius,ia
menjelaskan bahwa asam adalah senyawa yang apabila dilarutkan ke dalam air akan
menghasilkan ion H+.Sedangkan basa adalah senyawa yang apabila
dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion OH-.Nah
dari gambar reaksi di atas,kita telah mengetahui bahwa pada fruktosa tersebut
terdapat gugus OH yang bersifat basa,kemudian mempunyai kecendrungan menarik H
yang ada pada suatu glukosa+ sehingga dalam hal inidapat diaplikasikan dalam teori
Bronsted Lowry.
Pembuktian
Lain sifat kebasaan pada sakarida menggunakan Reaksi Mollish
Glukosa di
atas memiliki kemampuan untuk mereduksi terutama dalam suasana basa. Sifat
sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat
maupun analisis kuantitatif.Sifat mereduksi ini dapat disebabkan oleh adanya
gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat misalnya glukosa.Pereaksi
Mollish terdiri atas larutan α dan naftol dalam alcohol.Apabila pereaksi ini
ditambahkan pada larutan glukosa misalnya,kemudian secara hati-hati ditambahkan
asam sulfat pekat, akan terbentuk dua lapisan zat cair. Pada batas antara kedua
lapisan itu akan terjadi warna ungu.Nah dengan adanya reaksi berikut membuktikan
bahwa sakarida contohnya glukosa dapat menghasilkan sifat basa pada gugus OH
dengan melakukan reaksi Mollish yang terdiri dari larutan alkohol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar