Senin, 14 Juli 2014

UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ORGANIK II

Nama : Elvi Yarni
Nim   : A1C112039



1.  Jelaskan kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap 3 pada minyak atau lemak tak jenuh.!
Jawaban:
Baiklah disini saya akan mencoba menjelaskan sebelumnya bahwa asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang dapat disintesis oleh tubuh serta mempunyai ikatan rangkap.Contoh yang saya ambil disini adalah asam oleat yang terdapat pada minyak nabati.Minyak biasanya digunakan dalam berbagai proses pemasakan terutama dalam proses penggorengan.Karena adanya ikatan rangkap dua pada Asam Oleat,sehingga juga disebut sebagai mono-unsaturated fatty acid.
Adanya kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap 3 pada asam lemak tak jenuh menurut saya itu sangat mungkin terjadi,hal ini tentunya dengan meninjau ikatan rangkap yang dimilkinya.Nah menurut pendapat saya kecendrungan untuk terbentuknya ikatan rangkap 3 tersebut,dapat diaplikasikan atau berpedoman pada ikatan rangkap yang dimiliki suatu alkena dengan melibatkan reaksi halogenasi dan dehidrogenasi.
Contoh Reaksi Halogenasi:

propena direaksikan dengan brom, membentuk 1,2-dibromo propana.
CH2=CH-CH3 + Br2 → CH2Br-CHBr-CH3
Tahapan tersebut,tentu pertama kalinya dengan mengubah ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal.Nah,selanjutnya setelah terbentuk ikatan tunggal,dapat dilakukan reaksi selanjutnya yaitu pengubahan ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap 3 dengan proses dehidrogenasi tentunya menggunakan basa kuat seperti KOH.

Contoh Reaksi Dehidrogenasi
H2C─CH2  + 2KOH → HC≡CH + 2KCl + 2H2O
       
                Cl   Cl

Aplikasi terbentuknya ikatan rangkap 3 dalam kehidupan sehari-hari

               
Sebelum dan sesudah digunakan

Dalam suatu proses penggorengan menggunakan minyak pembentukan asam lemak tak jenuh sangat berpengaruh dalam pemakaian minyak goreng yang berulang-ulang.Asam lemak oleat tebentuk ketika dilakukan penggorengan pertama kalinya yang menghasilkan ikatan rangkap 2 pada posisi cis.Sementara asam lemak elaidat terbentuk pada penggorengan kedua yang menghasilkan ikatan angkap 2 pada posisi trans.Oleh sebab itu jika dilakukan pengulangan pemakaian minyak yang sama dalam proses penggorengan pada suhu tinggi,tentunya sangat berkemungkinan membentuk ikatan rangkap 3.Ketika minyak goreng digunakan lebih dari 4 kali pemanasan atau penggorengan minyak tersebut dapat teroksidasi (bereaksi dengan udara) dan membentuk peroksida.Nah oleh sebab itu diakibatkan pemanasan pada suhu tinggi asam linoleat cenderung mengalami polimerisasi dan membentuk rantai pendek.

2.      Jelaskan bagaimana proses pencucian dengan sabun dan pelarut organik bebas air!
Jawaban :
Disini saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu bahwa proses pencucian sebenarnya tidak efektif dilakukan tanpa menggunakan pelarut yang semestinya yaitu air.Hal ini dikarenakan hasilnya tentu juga dominan memilki dampak negatif dari pada dampak positif.Namun pada kenyataannya pada saat sekarang ini terdapat pencucian pakaian yang menggunakan pelarut organik bebas air yang dapat dilakukan secara instan yang dikenal denga istilah dry cleaning.Pada proses ini menggunakan pelarut seperti,turpentin,dan gasolin.Namun sifat yang dimilkinya sangat mudah sekali terbakar dan  tentunya sangat berbahaya.Oleh sebab itu,untuk meminimalisir bahaya tersebut,pelarut yang baik untuk proses dry cleaning dalam memcuci pakaian yaitu dengan menggunakan perchloroethylene (C2Cl4).Pada proses ini,tidak menggunakan teknik cara pencucian seperti biasanya,walaupun masih menggunakan sabun pada noda-noda berat.
Perchloroethylene
                        BENZENA
Selain pelarut-pelarut yang digunakan diatas dalam proses dry cleaning juga dapat digunakan berupa pelarut organik seperti benzena.Nah,mengapa hal itu dapat terjadi? Nah kita dapat meninjau dari sifat yang dimiliki oleh benzena itu sendiri dari tabel berikut ini:

Nah dari tabel diatas jika kita tinjau dari momen dipol suatu pelarut,benzena memiliki momen dipol dan panjang dipol 0.Walaupun bersifat mudah terbakar,namun jika dibandingkan dengan pelarut organik lainnya,benzena sangat memungkinkan dalam proses pencucian terutama dalam proses dry cleaning.
Langkah-langkah dry cleaning pakai steamer :
Pada proses pencucian pakaian dengan menggunakan benzena hampir sama dengan menggunakan pelarut air.Namun proses atau sistem yang dilakukan membutuhkan ketelitian yang tinggi karena menggunakan jenis pelarut bersifat toksik.Pada pakaian yang akan dicuci (dry cleaning) diberi sabun pada pakaian tentunya pada noda atau kotoran yang kelihatan jelas.Selanjutnya proses pembilasan kotoran,yang tidak menggunakan teknik seperti pembilasan dengan air.Pembilasan cukup dengan cara spraying atau penyemprotan benzena keseluruh bagian pakaian khususnya bagian pakaian yang terdapat noda berat.Proses pemerataan biasanya berlangsung selama1 menit.Nah setelah satu menit.Pakaian tersebut dapat dilakukan steamer atau penyetrikaan hingga pakaian menjadi rapi.

3.      Bagaimana cara bekerja indra pengecap sehingga menimbulkan cita rasa manis Contoh fruktosa!
Jawaban:
Baiklah,sebelumnya saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu bahwa indera yang berfungsi sebagai pengecap atau perasa yaitu kumpulan dari otot rangka pada bagian lantai mulut yang ditutup oleh membran mukosa atau yang sering kita sebut dengan Lidah.Nah adapun lidah ini mempunyai selaput lendir yang tampak kasar karena adanya tonjolan-tonjolan yang disebut papila yang merupakan akhiran-akhiran saraf pengecap dan terletak pada seluruh permukaan lidah.Saraf-saraf pengecap inilah yang dapat membedakan rasa makanan mis, manis,pahit,asam asin dan manis.Rasa manis disebabkan oleh senyawa organik alifatik yang mengandung gugus hidroksi (OH), beberapa asam amino, aldehid dan gliserol. Contoh:Gula atau sukrosa dan monosakarida atau disakarida yang mempunyai jarak ikatan hidrogen 3-5A
Seluruh rasa dapat dirasakan oleh seluruh permukaan lidah, tetapi satu jenis rasa akan lebih sensitif pada daerah tertentu.Rasa manis lebih sensitif dirasakan pada daerah ujung depan lidah,rasa asin paling baik diapresiasi pada pinggir depan lidah,rasa asam pada samping lidah dan pahit dideteksi pada belakang lidah.Adapun Fruktosa merupakan jenis karbohidrat atau gula yang pada hakikatnya mempunyai rasa manis,namun rasa manis  yang dirasakan itu tentu dengan adanya proses kerja hingga direspon oleh otak.Adapun respon itu,dapat kita lihat sbb:
Mekanisme Kerja:
Misalnya buah apel atau sejenis Fruktosa lainnya dimasukkan kedalam mulut untuk dikunyah.Kemudian  lidah merespon makanan yang dimakan tersebut melalui fungsi otak yang bekerja.Nah respon tersebut berlangsung tentu saja tidak secara sendirinya tanpa adanya mekanisme yang terlibat.Pada proses tersebut,ujung saraf yang berada pada taste buds melakukan fungsinya yang pertama kali,yaitu bagian bintil-bintil saraf pengecap yang mempunyai kepekaan terhadap rasa tertentu.Dimana rasa manis fruktosa lebih dominan terjadi pada ujung depan lidah.Taste buds ini sendiri berfungsi sebagai resepsor yang terdiri dari sel-sel penyokong dan sel-sel pengecap.
Selanjutnya zat-zat kimia dari fruktosa tadi seperti buah apel yang terlarut dalam air ludah (saliva) akan merespon sel-sel yang ada dan merangsang serabut saraf pengecap kemudian timbul impuls yang akan menjalar ke nervus facial  atau yang menerima sensorik dari lidah (VII)  dan nervus glossopharyngeal (IX). Impuls dari daerah lain selain lidah berjalan melalui nervus vagus (X). Impuls di ketiga saraf tersebut menyatu di medula oblongata untuk masuk ke nukleus traktus solitarius.Dari sana,axon berjalan membawa sinyal dan bertemu dengan leminiskus medialis kemudian akan disalurkan ke daerah insula.Impuls diproyeksikan ke daerah cortex serebrum di postcentral gyrus kemudian dihantar ke thalamus dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap  rasa manis yang terasa dimulut. Makanan yang dikunyah bersama air liur memasuki kuncup pengecap melalui pori-pori bagian atas.Di dalam makanan akan merangsang ujung saraf yang mempunyai rambut (Gustatory hair).Dari ujung tersebut pesan akan dibawa ke otak sehingga kita dapat merasakan rasa manis yang ada pada sukrosa tersebut.

4.      Jelaskan hubungan hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alpa dan teta yg di keluarkan otak!
Jawaban:
Sebelumnya saya akan menjelaskan bahwa yang dikatakan dengan hormon oksitosin adalah hormon protein yang diproduksi pada hipotalamus yang disimpan dalam kelenjar putuitari (didasar otak).Melalui kelenjar putuitary oksitosin dilepaskan secara langsung ke dalam darah atau ke bagian lain dari otak dan sum-sum tulang belakang.Hormon ini di beri nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus.
A.    Gelombang Alfa
Nah sedangkan sinyal gelombang alfa dengan frekuensi (8 hz - 12 hz ) disini merupakan sinyal gelombang otak yang terjadi ketika kita sedang berada dalam kedamaian,ketenangan atau relaksasi.Contohnya ketika saat memulai istirahat atau mulai mengantuk.Pada kondisi tersebut tanpa kita sadari,gelombang alfa telah berfungsi pada otak.Dengan adanya contoh seperti di atas dapat memungkinkan bahwa gelombang alfa dapat terjadi ketika kita masih dalam keadaan mata terbuka namun berada dalam peralihan sadar dan tidak sadar.
B.     Gelombang Teta
Gelombang teta sebenarnya hampir mirip atau sama dengan gelombang alfa, yang sama-sama berfungsi untuk ketenangan namun gelombang teta ini secara umum terjadi ketika seseorang telah mengalami tidur namun dalam keadaan ringan istilahnya belum terlelap sehingganya terciptanya ketenangan atau kedamaian.
Aplikasi hubungan hormon oksitosin dan sinyal gelombang alfa dan teta yang ditimbulkan otak
Dengan melihat perbedaan antara hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alfa dan teta,maka dapat kita aplikasikan hubungan ketiganya dengan suatu contoh.Contoh yang pertama yaitu perjuangan seorang ibu melahirkan atau persalinan.Melahirkan sibuah hati merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu,apalagi dalam proses yang tenang dan damai sehingga mampu mengurangi rasa sakit yang ada.Nah disini peran hormon oksitosin sangat berfungsi.Seorang ibu dianjurkan untuk selalu tersenyum dalam melahirkan karena akan meningkatkan hormon oksitosin.yang membantu proses kelahiran,penyebabnya bahwa senyum mengencangkan otot-otot di pipi menyebabkan aliran darah ke otak pendinginan yang mempromosikan pikiran positif.Nah adapun ketenangan yang tercipta tersebut tentunya melibatkan sinyal gelombang yang dihasilkan  atau yang dikeluarkan oleh otak yaitu sinyal gelombang alfa dan sinyal gelombag teta.Peran orang sekitar,lingkungan dan kenyamanan tempat sangat mendukung timbulnya gelombang alpa dan teta.Ketika proses persalinan telah berjalan dengan baik,maka fungsi ketiganya dapat dikatakan mendukung satu sama lain.

5.      Jelaskan bagaimana sifat basa dapat di hasilkan gugus OH pada sakarida! kaitkan dengan konsep asam basa!
Jawaban:
Baiklah,sebelumnya kita tinjau terlebih dahulu dari sakarida itu sendiri.Sakarida disebut juga karbohidrat atau golongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon,dan hidrogen saja.
Karbohidrat dapat digolongkan kedalam 3 golongan yaitu Monosakarida,Olisakarida,dan Polisakarida.Nah untuk memecahkan permasalahan diatas disini saya mengambil contoh pada monosakarida yaitu suatu glukosa.Kita ketahui bahwa glukosa mengandung gugus CHO yaitu lima atom karbon dan satu oksigennya yang membentuk cincin piranosa.

Nah dari gambar di atas kita dapat meninjau sifat kebasaan yang dimiliki fruktosa dan glukosa itu sendiri.Namun untuk meninjau sifat kebasaan yang dimilikinya,kita harus mengetahui terlebih dahulu ketiga teori asam basa yang ada,dimana teori Lewis menyatakan asam adalah senyawa yang bertindak sebagai penerima pasangan elektron,sedangkan basa adalah senyawa yang bertindak sebagai pemberi pasangan elektron,selanjutnya  teori Bronsted Lowry yaitu asam memberikan ion H+ pada ion atau molekul lainnya yang bertindak sebagai basa.Dan yang terakhir teori asam basa Arrhenius,ia menjelaskan bahwa asam adalah senyawa yang apabila dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion H+.Sedangkan basa adalah senyawa yang apabila dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion OH-.Nah dari gambar reaksi di atas,kita telah mengetahui bahwa pada fruktosa tersebut terdapat gugus OH yang bersifat basa,kemudian mempunyai kecendrungan menarik H yang ada pada suatu glukosa+ sehingga  dalam hal inidapat diaplikasikan dalam teori Bronsted Lowry.
            Pembuktian Lain sifat kebasaan pada sakarida menggunakan Reaksi Mollish
           
Glukosa di atas memiliki kemampuan untuk mereduksi terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif.Sifat mereduksi ini dapat disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat misalnya glukosa.Pereaksi Mollish terdiri atas larutan α dan naftol dalam alcohol.Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan glukosa misalnya,kemudian secara hati-hati ditambahkan asam sulfat pekat, akan terbentuk dua lapisan zat cair. Pada batas antara kedua lapisan itu akan terjadi warna ungu.Nah dengan adanya reaksi berikut membuktikan bahwa sakarida contohnya glukosa dapat menghasilkan sifat basa pada gugus OH dengan melakukan reaksi Mollish yang terdiri dari larutan alkohol.